Rabu, 01 Agustus 2012

Mengapa Tak Menjadi Seorang Pengusaha

               Entah kenapa dunia wirausaha di Indonesia tidak begitu populer dimata sebagian masyarakat Indonesia. Orang-orang cenderung lebih memilih menjadi pegawai ketimbang menjadi seorang pengusaha. Apakah itu pegawai negeri ataupun pegawai swasta yang pasti intinya menjadi pegawai.
Namun yang paling populer adalah keinginan menjadi PNS. Satu hal yang membuat pekerjaan sebagai PNS sangat diminati adalah karena pekerjaan ini aman. Aman maksudnya karena adanya gaji bulanan yang pasti dibayarkan bagimanapun kinerjanya. Tak peduli ia kerja keras atau tidak, uang bulanan tetap saja mengalir ke buku gaji. Untuk memecat pegawai pun tidak semudah seperti di organisasi swasta. Perlu birokrasi yang sulit dan rumit. itulah kenapa PNS merupakan pekerjaan yang paling diminati dan paling aman.
Dari sebuah seminar yang pernah kuikuti. Sang pemateri mengatakan bahwa menjadi PNS bukanlah pekerjaan yang paling aman. Meskipun kita mendapat gaji bulanan secara rutin tapi gaji itu terkadang tidak cukup untuk mencukupi hidup sehari-hari.
Dari beberapa pengamatan yang kulihat di kalangan PNS termasuk keluargaku sendiri. Gaji sebulan yang berkisar sekitar 2 jutaan itu tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Apalagi dengan anak yang semuanya sekolah dan kuliah. Memang ada saja yang hidup cukup, itupun setelah melalui proses penghematan dan pemotongan anggaran lainnya.
Contoh nyatanya saja banyak PNS yang harus kredit untuk membeli barang-barang yang diinginkannya. Bahkan untuk dapat membeli rumah, membeli motor dan lainnya saja sampai mengajukan kredit gaji. Konsekuensi dari itu gaji akan dipotong setiap bulannya. Otomatis penghasilan bulanan pun akan berkurang.
Sekarang ini banyak orang yang ingin sekali menjadi PNS dengan melakukan berbagai cara dan permainan uang yang sedemikian rupa. Aku pernah dengar dari seorang temanku, bahwa ada salah satu kakaknya yang harus membayar sekitar 30 an juta agar dapat menjadi PNS. Uang segitu jika dipakai untuk buka usaha sangat cukup. Tapi sayangnya uang itu digunakan hanya untuk melicinkan jalan untuk menjadi PNS. Hanya untuk menjadi PNS saja sampai selangit biayanya.
Tak dapat dipungkiri sistem pendidikan di sekolah dan dalam keluargalah yang sangat berperan dalam mencetak mental PNS ini. Termasuk aku sendiri yang tumbuh dan besar dilingkungan orang yang mengagungkan pekerjaan sebagai PNS. Dalam keluarga kami jika tidak menjadi PNS rasanya kurang sukses hidupnya. Kurang keren kelihatannya jika tidak pakai seragam Korpri.
Tapi alhamdulillah dari buku yang kubaca dan seminar yang kuikuti serta input lain yang kuserap. Perlahan aku sudah meninggalkan pikiran yang usang yang menganggap menjadi PNS adalah satu-satunya sebuah kesuksesan. Aku sekarang malah ingin bersiap menjadi pengusaha. Meskipun belum kumulai setidaknya pikiran dan niat ke arah itu sudah ada.
Tidak ada yang salah sebenarnya menjadi PNS. Tapi alangkah baiknya jika menjadi PNS itu dibarengi juga dengan rasa pengabdian. Terlalu idealis sih, tapi kan memang seperti itu kenyataannya seorang PNS yang merupakan sang abdi negara. Nah dengan begitu ketika bekerja akan lebih produktif, bukan hanya sekedar cari aman. Karena sekali lagi tidak ada pekerjaan yang aman. Kalau kita meninggal atau lainnya bagaimanakah kehidupan orang yang kita tinggalkan.
Statistik menunjukkan bahwa jumlah pengusaha Indonesia ini jumlahnya kurang dari 1.55 % dari total jumlah penduduk. Sedangkan untuk menciptakan negara maju setidaknya diperlukan minimal 2% pengusaha dari total penduduk. Maka dengan banyaknya orang yang bergerak menjadi pengusaha, setidaknya negara kita akan menjadi negara yang maju kedepannya. Tapi sayang masih banyak orang yang memiliki mental sebagai PNS alias pegawai.
Aku pernah berbincang dengan seorang pedagang pentol keliling. Suatu ketika aku bertanya berapa keuntungannya per hari dalam berjualan. Pedagang itu pun mengakui bahwa dalam sehari ia mampu meraup untung bersih sekitar 100 ribuan. Jika dikalkulasikan selam sebulan maka penghasilan perbulannya sekitar 3 juta. Waah uang 3 juta per bulan hanya PNS golongan tertentu saja yang memiliki penghasilan seperti itu. Selebihnya malah ada dibawah nilai itu. Masa iya PNS kalah dengan seorang pedagang pentol keliling dalam urusan penghasilan. Apalagi kalau pedagang itu mempunyai jiwa wirausaha maka tentunya semakin hari ia akan semakin sukses.
Dari situ aku semakin bertekad untuk menjadi seorang enterpreneur. Karena selain bebas dalam mengatur waktu, aku juga tetap dapat menjalankan hoby yang disukai. Apalagi jika sudah cukup sukses tentu aku bisa pergi jalan-jalan kemana saja yang kuinginkan, bisa membeli apa yang diinginkan, membantu sesama dan lainnya. Tak perlu kerja dan terus ngantor sampai usia pensiun tiba hanya untuk mendapatkan uang.
Alhamdulillah saat ini aku sudah memulainya dengan jual pulsa kecil-kecilan. Tapi meski begitu setidaknya aku sudah memulai langkah pertama untuk menuju segala impianku. 
 sumber : ekonomi.kompasiana.com
Tidak berbeda jauh dengan pengalaman diatas, saya sendiri juga sudah terjebak dalam pekerjaan saya sebagai seorang karyawan swasta selama puluhan tahun, tapi akhirnya saya tersadar karena sudah terjebak dengan hutang yang lumayan besar dan membelit kehidupan saya, untuk membayar hutang saja saya harus berhutang lagi jadi seperti kata pepatah " Gali Lobang Tutup Lobang ". Hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk keluar dari perusahaan, tentu saja dengan pesangon yang jauh dari cukup. dengan modal yang kecil saya memulai suatu usaha yang makin lama berkembang menjadi besar. Hutang sudah terbayar lunas, saya bisa pergi kemana saja tanpa terikat waktu, hanya fokus ke usaha saya dan membesarkan usaha saya. Saat ini saya ingin membagikan pengalaman saya, MULAILAH MEMBUKA USAHA SENDIRI, sekarang juga. dan menjadi bos dari usaha anda sendiri, tentu saja harus dengan keberanian untuk keluar dari pekerjaan anda. 
Salam Sukses

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar